Mengenal Hipertiroid, Gejala dan Cara Mengatasinya


Mengenal Hipertiroid, Gejala dan Cara Mengatasinya

Terurai.comInfo Kesehatan, Mengenal Hipertiroid, Gejala dan Cara Mengobatinya – Hipertiroidisme adalah keadaan akibat kelenjar tiroid yang mengatur proses metabolisme dalam tubuh manusia terlalu aktif dan berlebihan. Akibatnya, metabolism tubuh menjadi lebih cepat. Keadaan itu tidak dapat disembuhkan dan dapat menyebabkan peningkatan denyut jantung, lekas marah dan kelelahan. Jumlah penderita penyakit ini kini terus meningkat.

Gejalanya Beragam

Menurut Prof. Dr. dr. Sri Hartini KS Kariadi SpPD-KEMD, gejala hipertiroid ditandai dengan pembesaran kelenjar tiroid di leher, denyut jantung yang berubah sangat cepat, keringat berlebih, susah tidur. Pasien juga lekas marah dan tersinggung.

“Karena gejalanya bervariasi, biasanya pasien berobat ke berbagai dokter. Ada yang ke dokter jantung untuk keluhan dada berdebar-debar, atau ke psikolog karena emosinya naik turun, sehingga penyakitnya lama tak terdiagnosis”, jelasnya.

Ia menjelaskan, jika kelenjar tiroid mempunyai aktivitas berlebihan, sedangkan pengendalian tiroid stimulating hormone (TSH) berkurang, hormone tiroksin yang dihasilkan akan berlebihan. Pada keadaan ini hormone tersebut akan merangsang tubuh. Perangsangan hormon ini mengakibatkan tubuh menjadi lebih aktif. Akibatnya pada perempuan dapat terjadi gangguan menstruasi “Haidnya menjadi sedikit atau berhenti sama sekali,” katanya.

Ada dua jenis hormon tiroid yang mendominasi tubuh yaitu T3 dan T4. Hormon T3 adalah kependekan dari triiodothyroinde sedangkan T4 adalah hormon thyroinde. Hormon T4 diubah menjadi T3 sebelum dilepaskan ke dalam darah. Dalam berbagai kepustakan dikatakan hormon T3 lebih aktif mempengaruhi metabolism didalam tubuh. Setiap orang memproduksi hormon tiroid dalam jumlah berbeda. “Karena itulah kategori berlebih pada setiap orang, bergantung pada metabolisme dan tempat pasien memeriksakan hormon tiroidnya,” jelasnya.

Kasus hipertiroid berbeda dengan tiroitokosis. Meski serupa, tiroitokosis merupakan kelebihan hormon tiroid yang belum tentu diproduksi kelenjar tiroid. Hormon ini bias dihasilkan kelenjar lain yang tumbuh dan menghasilkan tiroid. Keduanya memiliki gejala sama yaitu peningkatan kecepatan metabolism tubuh.

Gejala lain yang perlu diwaspadai adalah pembesaran tiroid di leher, kelainan pada mata, serta kelemahan otot. “Jika disebabkan oleh penyakit graves biasanya bola mata pasien tampak seperti orang marah,” katanya.

Graves adalah penyakit autoimun yang disebabkan hilangnya sensitivitas kelenjar tiroid pada thyroid stimulating hormone (TSH). Akibatnya produksi tiroid tetap tinggi kendari TSH dihasilkan dalam jumlah rendah. Penyakit ini rentan diturunkan secara genetik, dan lebih sering ditemukan pada wanita.

Lebih lanjut, penyebab penyakit graves ialah autoimun yaitu antibody tubuh sendiri yang menyerang kelenjar gondok sehingga menghasilkan banyak T3 dan T4 serta menghasilkan komponen radang. Faktor risiko yang dapat menyebabkan kerentanan menderita penyakit ini ialah, infeksi, asupan yodium, stress, perempuan, cedera pada kelenjar gondok, obat steroid dan racun. Merokok juga dapat memperburuk gejala penyakit graves pada mata.

Bisa Dicegah

Walaupun tidak diketahui penyebabnya, namun hipertiroid tetap bisa dicegah. Hipertiroid tidak menyasar golongan tertentu. Penyakit ini bias mengenai siapa saja. Namun wanita memiliki kemungkinan lebih besar yaitu 5 banding 1, terkait kondisi hormonalnya yang dimilikinya.

Pengobatan hipertiroid dapat dilakukan dengan beberapa cara, antara lain dengan pengangkatan tiroid, pemberian sinar radioaktif, dan pemberian obat antitiroid. Pengobatan dengan obat antitioid berlangsung lama dan menahun. Antara 25 persen dan 50 persen pasien yang berobat bias mengalami kesembuhan, tetapi sisanya terus mengalami kekambuhan.

Pada kasus hipertiroid yang disebabkan penyakit grave, umumnya dokter akan memberikan beberapa obat antitoid thionamide, seperti propylthiouracil, carbimazole, dan methimazole. Pemeriksaan fungsi tidoid dilakukan kembali 3-4 minggu kemudian untuk menila kemajuan pengobatan. Kebanyakan penderita mencapai kadar tiroid yang normal dalam 6-8 minggu, namun obat tetap dipertahankan dalam dosis rendah hingga 18-24 bulan. Sementara radioaktif yang berfungsi menghancurkan sel kelenjar gondok yang berlebihan.

Selain pengobatan, sangat disarankan penderita untuk menghindari kelebihan produksi atau distribusi hormone tiroid. Penderita hipertiroid disarankan tidak terlalu banyak mengonsumsi garam yang kaya iodin. Penderita juga disarankan melaksanakan gaya hidup sehat. “Gaya hidup sehat akan memperbaiki ketahanan tubuh sehingga tidak memperparah dampak kelebihan hormon tiroid. Selain mengurangi asupan iodin, penderita hipertiroid harus makan banyak buah dan sayur serta menghindari rokok,” sarannya.

Komplikasi

Komplikasi penyakit graves yang akut ialah terjadinya krisis tirotoksikosis yaitu kambuh dan melonjaknya kadar tiroid yang membahayakan jiwa dengan gejala demam, mengigau, kejang, koma, muntah, diare dan kuning pada seluruh badan. Kematian biasanya terjadi karena gagal jantung, gangguan irama jantung atau demam tinggi yang tidak bisa diturunkan dengan obat. Komplikasi ini biasanya di awali dengan adanya penyakit berat yang mendadak terjadi (stroke, infeksi, atau trauma).

Penyakit graves juga dapat menyebabkan komplikasi mata krena kelopak mata yang tertarik sehingga menyebabkan mata kering dan akhirnya merusak kornea dan bola mata. Penyakit graves juga dapat menyebabkan komplikasi gagal jantung kongestif dan tulang menjadi rapuh.

Jamiel

"Tak akan pernah berhenti dan menyerah untuk terus berusaha melakukan dan menjadi yang terbaik......."

log in

reset password

Back to
log in