Mengenal Indra Peraba atau Kulit (Penjelasan, Fungsi, dan Struktur)

Mengenal Indra Peraba atau Kulit (Penjelasan, Fungsi, dan Struktur)

Dalam postingan kali ini kita akan mengupas salah satu panca indra yakni indra peraba atau kulit. Seperti diketahui kulit merupakan organ tubuh yang paling besar yaitu sekitar 15-20 persen dari berat badan manusia. Kulit mempunyai tiga lapisan yaitu epidermis, dermis dan subkutaneus.

Nah, sebelum mengetahui lebih detail bagaimana fungsi dan cara kerja indra peraba bagi kehidupan manusia, berikut ini lapisan-lapisan kulit yang perlu kalian ketahui untuk menambah wawasan tentang panca indra.

Lapisan Kulit Manusia

Mengenal Indra Peraba atau Kulit (Penjelasan, Fungsi, dan Struktur)

1. Epidermis

Epidermis merupakan lapisan tipis pada bagian terluar kulit dan langsung berhubngan dengan dunia luar. Tersusun atas sel-sel tanduk (keratonosit) dan sel melanosit. Epidermis mempunyai lima lapisan dan empat tipe sel.

Lima lapisan epidermis meliputi lapisan paling luar adalah stratum korneum, stratum lusidum, stratum granulosum, stratum malpigi dan stratum germinativum. Sedangkan tipe selnya adalah keratinosit, melanosit, merkel dan sel langerhans. Berikut penjelasan detail lapisan-lapisan epidermis.

Stratum Korneum

Merupakan lapisan paling luar yang terdiri dari lapisan sel tanduk, gepeng, kering dan tidak berinti. Pada lapisan ini terdapat sel-sel mati dan berganti dengan yang baru atau desqumation.

Stratum Lusidum

Lapisan ini ditemukan pada kulit yang tebal seperti pada telapak tangan dan telapak kaki. Pada lapisan ini terdiri dari sel yang sangat gepeng dan bening. Fungsinya sebagai bantalan dan proteksi trauma.

Stratum Granulosum

Merupakan lapisan-lapisan dengan sel-sel yang bergranula keratohialin yang merupakan precursor pembentukan keratin. Keratin merupakan protein keras, untuk melindungi terhadap kehilangan kelembaban kulit. Fungsi lapisan ini adalah proteksi benda asing, kuman, dan bahan kimia yang masuk dalam tubuh.

Stratum Spinosum

Adalah lapisan sel spina atau tanduk, karena sel-selnya dibentuk oleh tonjolan yang meyerupai spina. Fungsi lapisan ini adalah menahan gesekan dan tekanan dari luar.

Stratum Germinativum

Disebut juga stratum basalis. Lapisan ini merupakan lapisan dasar pada epidermis dan lapisannya mempunyai intisel sehingga dapat terjadi pembelahan sel yang cepat dan sel-sel baru didorong masuk ke lapisan berikutnya.

Sel-Sel Epidermis

Keratinosit

Merupakan sel-sel tanduk dan penyusun terbesar dari epidermis. Keratinosit menghasilkan keratin yang merupakan lapisan barier terluar dari kulit untuk melindungi dari kuman patogen, serta kehilangan cairan tubuh. Keratinin merupakan unsur penting dalam pengerasan rambut dan kuku.

Melanosit

Melanosit merupakan pigmen epidermal yang memproduksi melanosom yang mengandung melanin (pigmen pada kulit). Warna kulit yang dihasilkan oleh adanya empat pigmen yaitu karotinoid untuk warna kuning, melanin ntuk warna cokelat, oksigenasi hemoglobin pada kapiler menimbulkan warna merah dan penurunan hemoglobin pada venula menimbulkan warna biru.

Melanin berperan untun melindungi warna kulit, dihasilkan pada lapisan epidermis dan disimpan dalam lapisan dermis. Perbedaan warna kulit disebabkan karena ukuran dan kualitas melanosom dan produk melanin. Pigmen kulit juga dipengaruhi oleh faktor keturunan, hormon, dan lingkungan.

Hormon yang berperan produksi melanosit adalah hormon melanosit stimulating hormon (MSH) yaitu dengan merangsang perpindahan melanosom ke cabang-cabang sitoplasma. Terpaparnya sinar matahari juga berpengaruh terhadap ukuran dan aktivitas fungsional baik melanosit dan melanosom. Sinar ultraviolet meningkatkan kegiatan melanosit dan meningkatkan produksi melanin dan menimbunnya dalam keratinosit sehingga kulit menjadi cokelat atau hitam.

Sel Merkel

Sel merkel berada pada lapisan basal, merupakan reseptor mekanik atau sentuh pada telapak tangan, telapak kaki, dan mulut.

Sel Langerhans

Merupakan sel yang berbentuk bintang, berada menyebar diantara keratinosit di epidermal. Sel ini aslinya berasal dari sumsum tulang kemudian bermigrasi ke epidermis. Fungsi utamanya adalah berperan dalam reaksi immun pada kulit.

2. Lapisan Dermis

Lapisan Dermis Kulit (Indra Peraba)

Lapisan dermis lebih tebal, sekitar 1-4 mm berada dibawah epidermis. Lapisan dermis tersusun dari fibroblas, makrofag, mast sel dan limfosit untuk meningkatkan penyembuhan luka. Pada lapisan ini juga terdapat limfatik kulit, vaskuler dan jaringan saraf.

Lapisan dermis dibagi menjadi dua bagian yaitu papila dermis dan retikular dermis. Lapisan papila dermis mengandung lebih banyak kolagen, pembuluh darah, kelenjar keringat dan elastin yang berhubungan langsung dengan epidermis.

Sedangkan lapisan retikular mengandung jaringan ikat yang lebih tebal, sel-sel fibrosa, sel histiosit, pembuluh darah, pembuluh getah bening, saraf, kelenjar sebasea, sel lemak dan otot penegak rambut. Pada lapisan ini membentuk jaringan kompleks serabut sensori yang sensitif terhadap nyeri, sentuhan dan suhu.

Ada empat tipe utama dari sensari yaitu nyeri, sentuhan, panas, dan dingin. Rasa nyeri dapat disebabkan oleh fisik, kimia, stimulus mekani.

3. Lapisan Subkutaneus

Merupakan lapisan khusus dari jaringan konektive atau disebut juga lapisan adiposa karena mengandungn lemak. Fungsi jaringan subkutaneus adalah untuk simpanan lemak, pencegahan trauma dan pengaturan suhu.

Kelenjar Kulit dan Fungsinya

Fungsi Kelenjar Kulit

Kulit mempunyai kelenjar-kelenjar seperti kelenjar keringat, kelenjar sebasea dan kelenjar mame yang memiliki fungsi berbeda-beda. Berikut ini penjelasan secara detail terkait fungsi dari masing-masing kelenjar tersebut.

1. Kelenjar Keringat

Hampir seluruh kulit terdapat kelenjar keringat, kecuali pada kulit bagian dasar kuku, batas bibir, glans penis dan gendang telinga. Kelenjar ini banyak terdapat pada telapak tangan dan kaki. Kelenjar keringat dibagi menjadi dua yaitu kelenjar keringat ekrin dan apokrin.

Kelenjar keringat ekrin mensekresi air dan membantu pendinginan evaporatif tubuh untuk mempertahankan suhu tubuh. Kelenjar ini terdapat diseluruh tubuh dan lebih banyak pada area telapak tangan, telapak kaki dan dahi.

Kelenjar apokrin merupakan kelenjar keringat khusus dan aktif mulai masa pubertas. Terletak pada area khusus seperti pada aksila, areola payudara dan anogenital. Kelenjar ini memproduksi cairan yang tidak berbau dan akan berbau jika berhubungan dengan bakteri.

2. Kelenjar Sebasea

Kelenjar sebasea menghasilkan sebum yang merupakan campuran lemak, zat lilin, minyak dan pecahan sel yang berfungsi pelembut kulit dan bersifat bakterisid. Kelenjar ini bermuara pada folikel rambut pada area glans penis, labium minus dan kelenjar pada kelopak mata.

3. Kelenjar Mamae

Kelenjar mamae merupakan kelenjar apokrin yang termodifikasi yang khusus menghasilkan susu. Kelenjar ini berperan dalam proses menyusi

Fungsi Kulit atau Indra Peraba

Fungsi Indra Peraba

Fungsi indra peraba atau kulit sangat penting dalam perlindungan terhadap ancaman dari luar tubuh, hoeostasis, sensasi pengaturan suhu, keseimbangan cairan, produksi vitamin D, respons immun dan fungsi komunikasi. Berikut ini penjelasan secara detailnya:

1. Proteksi

Kulit melapisi organ luar tubuh sehingga sangat efektif melindungi tubuh dari ancaman seperti invasi bakteri, panas, benda asing, trauma, zat kimia, radiasi.

2. Sensasi

Stimulus dari luar akan diterima oleh reseptor-reseptor kulit sesuai dengan jenisnya. Ujung reseptor dikulit selalu memonitor kondisi lingkungan. Fungsi reseptor adalah mendeteksi sensasi suhu, nyeri, raba dan tekanan untuk dihantarkan ke susunan saraf pusat.

3. Homeostasis dan Keseimbangan Cairan

Stratum korneum lapisan paling luar dari epidermis memiliki kemampuan untuk mengabsorpsi air dan mencegah pengeluaran air dan elektrolit dari tubuh. Sementara itu kulit juga sebagai media pengeluaran cairan atau keringat melalui evaporasi atau insersible water loss (IWL).

4. Produksi Vitamin D

Jika kulit terpapar sinar matahari, maka vitamin D disintesis dalam kulit. Vitamin D sangat penting dalam pertumbuhan dan perkembangan tulang.

5. Pengaturan Suhu Tubuh

Adanya pembuluh darah pada kulit yang dapat vasodilatasi dan vasokontriksi menimbulkan kulit terasa hangat atau dingin dan suhu tubuh dipertahankan sekitar 37 derajat celcius. Pada keadaan lingkungan yang panas tubuh akan banyak mengeluarkan keringat untuk melembabkan badan dan mendiginkan.

6. Komunikasi

Adanya reseptor-reseptor pada kulit yang mampu mendeteksi berbagai stimulus sehingga kita dapat membedakan berbagai jenis sensasi. Perubahan warna kulit, perubahan ekspresi wajah memberikan informasi tersebut. Keadaan gembira, sedih dapat terlihat dari ekspresi wajah.

Menanisme Sensasi

Salah satu fungsi kulit adalah merasakan adanya berbagai jenis sensasi. Sensasi merupakan kesiagaan terhadap stimulasi baik yang berada dari dalam maupun dari luar. Masing-masing sensasi mempunyai kekhususan tersendiri sehingga setiap sensasi dapat dibedakan satu dengan yang lainnya. Keadaan tersebut disebut modalitas. Satu saraf sensori hanya membawa satu modalitas.

Proses mekanisme sensasi dimulai dengan adanya stimulus, transduksi, konduksi/inpuls dan integrasi. Adanya perubahan lingkungan merupakan stimulus yang dapat mengaktifkan saraf sensori tertentu. Stimulus akan diterima oleh ujung-ujung saraf yang melekat pada reseptor, dimana setiap ujung saraf tersebut melekat satu reseptor.

Terdapat empat sensasi kulit yaitu raba-teka, dingin, hangat dan nyeri. Adanya reseptor pada kulit stimulus dari dalam dan luar akan dideteksi sesuai dengan jenisnya yang berupa sensasi. Reseptor-reseptor tersebut mampu mengubah energi menjadi potensial aksi pada saraf sensorik. Potensi aksi dibangkitkan oleh adanya depolarisasi yaitu perubahan muatan ion pada intra dan ekstrasel secara cepat.

Bila potensial aksi mencapai ambang letup, maka inpuls akan dihantarkan ke susunan saraf pusat untuk diinterpretasikan menjadi persepsi. Interpretasi dari inpuls sampai menjadi persepsi dilakukan oleh bagian spesifik dari otak.

Demikian artikel penjelasan indra peraba atau kulit, lapisan, serta mekanisme cara kerja indra peraba yang dapat kami bagikan pada pertemuan kali ini. Semoga informasi metabolisme ini bermanfaat untuk Anda semua.

Advertisements
Loading...